KAMPUNG BEKSI; KANTONG BUDAYA BETAWI


KEBERADAAN KAMPUNG SILAT PETUKANGAN PERLU DIKAWAL DAN DIPERTAHANKAN

"Jadi setelah selesai kunjungan, kami ngobrol dengan editor dan bersepakat jika apa yang dilakukan Keluarga Besar Kampung Silat Petukangan perlu terus dikawal hingga semangat berkarya juga perlu dipertahankan," ungkap Bung Ido wartawan harian Kompas disela kunjungannya ke Kampung Silat Petukangan pada Senin, 22 Juni 2020 di Kantor Yayasan Kampung Silat Petukangan Jl. Ciledug Raya No. 46 RT. 006/04 Kel. Petukangan Utara Kec. Pesanggrahan Kota Adm Jakarta Selatan.

Turut hadir Baba Nafis "sang jenderal Beksi" dan Baba M. Soleh bin H. Hasbullah, Abdul Aziz, Jumardi Akis, M. Rido "sarjana Beksi" dan M. Hafiz.

Dijelaskannya bahwa dalam hal membangun Kampung Wisata Budaya, Kampung Silat Petukangan sangat memerlukan dukungan penuh entah itu berupa publikasi, riset, hingga kebijakan pemerintah. Ini sangat penting, jika melihat jejak seni tradisi Betawi yang mulai tergerus modernitas.

"Maka dari itu, keberadaan kampung wisata budaya diharapkan semakin menarik minat anak muda meski ada tantangan kedepannya, seperti mempertahankan eksistensi dalam hal pembinaan, pengembangan, pelestarian dan pemanfaatan seni budaya Betawi, khususnya silat Beksi," jelasnya.

Oleh karena itu, penting untuk Keluarga Besar Kampung Silat Petukangan dalam mematangkan konsep dan kembali mengajak kolaborasi anak muda hingga seniman dan pihak terkait lainnya untuk bersama membangun Kampung Wisata Budaya Betawi berbasis silat Beksi. Nah, selama masih ada para keluarga, sesepuh, guru silat beksi dan pelaku seni budaya Betawi yang terus aktif, penting pula untuk mewariskannya kepada anak muda, baik itu melalui seni bela diri hingga dari ilmu pengetahuannya atau seni budaya Betawi lainnya.

"Dengan begitu, diharapkan silat beksi tetap eksis. Eksis disini artinya tidak hanya sekedar nama saja tapi ada praktik dan pembelajaran juga," tegasnya.

Dengan demikian, sangat penting untuk kembali menata wilayah Kampung Silat Petukangan, dimana disitu ada jejak sejarah perjuangan tokoh Beksi dalam mempertahankan kedaulatan NKRI dari penjajah.

"Ini jadi keunggulan bahwa selain wisata budaya kampung silat, ada juga jejak sejarah yang tertancap di tanah Petukangan," paparnya.

Ditambahkannya bahwa dalam hal ini, kami sangat merespon positif keberadaan Kampung Silat Petukangan. Artinya memang kantung budaya Betawi harus lebih banyak dan salah satunya di Kampung Petukangan.

"Karena ternyata belum banyak yang tahu juga cerita perjalanan silat Beksi Petukangan dan ada makam tokoh sejarah," imbuhnya.

(Aziz)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buku Silat Beksi Petukangan

Buku Silat Beksi Petukangan

Buku Silat Beksi Petukangan