Postingan

LURAH SUPORT KULINER BETAWI

Gambar
Fahrul Hertanto selaku Lurah Petukangan mengaku sangat bangga dengan kegigihan dari para penggiat Diklat Kuliner Betawi ini yang telah berupaya semaksimal mungkin secara mandiri kegiatan diklat berjalan dengan baik. "Mudah-mudahan hal tersebut dapat memotivasi seluruh masyarakat dalam rangka tetap berjuang dan semangat dalam kesehariannya di masa Pandemi Covid-19 ini. Dan kami pihak pemerintah daerah akan terus mensuport kegiatan yang bersifat positif serta membangun wilayah secara bersama-sama disegala bidang. Kami berharap kita semua terus berproses untuk menuju tujuan bersama," harapnya.  Panitia Diklat Kuliner Betawi seperti tak kenal lelah mengembangkan kuliner Betawi sebagai salah satu khazanah dan bahkan salah satu sentra Kuliner Betawi di Kampung Petukangan yang ada di Provinsi DKI Jakarta ke depannya. Demikian pernyataan Eko Waluyo selaku Ketua Panitia Diklat Kuliner Betawi pada Selasa, 6 April 2021 di Ruang Kerja Lurah Petukangan Utara.

Silat Betawi Ondel-Ondel

Gambar
Baba H. Abu Sadelih Sang Jenderal Budaya Betawi menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah dalam rangka persiapan untuk tampil atraksi budaya Betawi pada kegiatan sosial "Peduli Kesehatan Dari Masyarakat Untuk Masyarakat" yang diselenggarakan oleh DPP FUHAB DKI Jakarta pada Sabtu, 8 Januari 2022 di Kantor Sekretariat DPP FUHAB dan Insya Allah akan dihadiri oleh para Ulama, Umaro dan Jawara. "Kami mengajak beberapa Perguruan Silat Betawi untuk turutserta memeriahkan kegiatan sosial yang diinisiasi oleh DPP FUHAB DKI bersama AMPUH dan Massaj, sambil atraksi Silat Betawi serta Ondel-Ondel menghibur para peserta sunatan massal" jelasnya. Senada dengan itu, H. Bachtiar Sanggar Si Pitung Rawa Belong menuturkan bahwa kegiatan ini adalah suatu bukti konkrit bersatunya para Ulama, Umaro dan Jawara dalam rangka membina, mengembangkan, melestarikan, memanfaatkan khazanah budaya lokal Betawi yang menjadi asset budaya bangsa.

Catatan Budaya Topeng (Kedok) Betawi

Gambar
Dalam seni pertunjukan rakyat topeng atau kedok adalah alat penutup seluruh atau sebagian muka untuk merubah penampilan pelaku, agar dapat dianggap sesuai dengan yang diperankan. Alat perubah penampilan yang menutup sebagian atau seluruh tubuh biasa disebut barong atau barongan, seperti ondel-ondel diwilayah budaya Betawi, badawang di Priangan, barongan buncis di Jawa Tengah dan barong landing di Bali. Rupanya pertunjukan topeng di wilayah budaya Betawi sudah biasa diselenggarakan pada masa sebelum Agama Islam tersebar. Hal itu terbukti dari informasi yang terdapat dalam naskah Sanghiyang Kanda(ng) Karesian bertitimangsa 1440 Saka atau 1518 Masehi. Naskah tersebut ditemukan di Kebantenan, sekarang termasuk Kelurahan Jatiasih, Bekasi.  Data tertulis kemudian tentang keberadaan pertunjukan topeng di wilayah budaya Betawi adalah karya Hardouin dan Ritter yang terbit pada 1854 di Leiden, Negeri Belanda. Deskripsi tentang pertunjukan topeng pada awal abad 19, jadi kurang lebih 2 abad ya...

Kampung Silat Petukangan

Gambar
 

Yayasan Kampung Silat Petukangan

Gambar
 

Latihan rutin Silat Beksi Petukangan, saban Selasa dan Sabtu ba'da Isya, di Taman Swadarma, Jl. Swadarma Raya, GG. Reformasi, RT. 6/RW. 04, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Gambar