Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2019

Festival Silat Betawi 2019

Gambar
CATATAN TEKNIKAL MEETING FESTIVAL SILAT BETAWI TK JAKSEL TAHUN 2019 JUM'AT, 29 MARET 2019 BERSAMA KASUDIN PARBUD JAKSEL, KANTOR WALIKOTA JAKSEL Meski cuaca diluar terik, Teknikal Meeting Festival Silat Betawi Tingkat Jaksel Tahun 2019, diselenggarakan oleh Sudin Parbud Jaksel bertempat di Ruang Pertemuan Kantor Walikota Jaksel lantai 17 berjalan lancar. Para peserta lomba berasal dari perguruan silat Betawi yang ada di Jaksel. Turut hadir pula Imron selaku Kasudin Parbud Jaksel, Yuyu selaku staf Sudin Parbud Jaksel, juga Nasir Mupid selaku perwakilan dari dewan juri. Rapat membincangkan soal Juknis dan Juklak Gebyar Budaya Betawi "Festival Silat Betawi" Tingkat Jaksel Tahun 2019, Insya Allah akan dilaksanakan pada Sabtu, 20 April 2019 bertempat di Lapangan Parkir RPTRA BHINEKA/TAMAN SWADARMA Jl. Swadarma Raya Gg. Reformasi RT. 006/04 Kel. Petukangan Utara Kec. Pesanggrahan Kota Adm Jakarta Selatan. "Diharapkan yang hadir dalam acara tersebut bukan hany...

Kampung Pengawasan Pemilu 2019

Gambar
CATATAN KAMPUNG SILAT BEKSI PETUKANGAN Dalam rangka menindaklanjuti dari program "Kampung Pengawasan Pemilu 2019" yang dicanangkan oleh Bawaslu Jaksel, Penggiat Kampung Silat Beksi Petukangan langsung menyambangi Bawaslu Kec. Pesanggrahan, Jaksel pada Selasa, 26 Maret 2019. "Kami diterima langsung oleh Safrawi, Ketua Bawaslu Kec. Pesanggrahan, Jaksel dikediamannya yang asri Kampung Sawah, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jaksel," ungkap Abdul Aziz didampingi Rido dan Nasir Mupid, Penggiat Kampung Silat Beksi Petukangan disela kunjungan. Menanggapi hal tersebut Safrawi, Ketua Bawaslu Kec. Pesanggrahan, Jaksel mengatakan bahwa pihaknya mensupport secara penuh sinergisitas kegiatan yang akan dilakukan oleh Bawaslu Jaksel dan Penggiat Kampung Silat Beksi Petukangan. "Maksud tersebut terkait dengan Deklarasi Sukses Pemilu 2019, berjalan damai dan aman khususnya di wilayah Kec. Pesanggrahan, Jaksel," tegasnya. (Sumber : Pusat Informasi Kampung Silat ...

Sinergisitas Pemilu Damai 2019

Gambar
CATATAN KAMPUNG SILAT BEKSI PETUKANGAN TATAP MUKA BERSAMA BAWASLU JAKSEL, SELASA, 26 MARET 2019 Penggiat Kampung Silat Beksi Petukangan terus bersinergi dengan seluruh pihak, kali ini kepada Bawaslu Jaksel terkait pengawasan dan pengamanan jalannya Pemilu 2019. "Pihak Bawaslu sangat menerima baik serta mengapresiasi niat dari Penggiat Kampung Silat Beksi Petukangan dalam rangka turut serta mengawasi dan mengamankan Pemilu 2019 bersama Bawaslu," ungkap Muktar, Ketua Bawaslu Jaksel ketika disambangi Penggiat Kampung Silat Beksi Petukangan di ruang kerjanya di bilangan Buncit Raya, Jaksel. Menurutnya hal itu berkesinambungan dengan program Banwaslu, yaitu sosialisasi partisipatif masyarakat dengan menggelorakan "kampung pengawasan" di setiap lingkungan masyarakat. Sebagai tindak lanjut, dari pihak Bawaslu akan berdiskusi dengan fungsionaris lainnya yang ada di Bawaslu  terkait sinergi ini," tegasnya. Selain itu, Bawaslu akan terjun langsung ke lapan...

Beksi Petukangan Siap Mengawasi dan Mengamankan Pemilu 2019

Gambar
CATATAN KAMPUNG SILAT BEKSI PETUKANGAN Penggiat Kampung Silat Beksi siap menjadi tim keamanan TPS pada Pemilu 2019 demi terwujudnya Pemilu Aman dan Damai khususnya di wilayah Petukangan, Pesanggrahan, Jaksel. Demikian pernyataan Kong Napis (Sesepuh/saksi hidup pergerakan Silat Beksi Petukangan) dalam kegiatan Silaturahmi Penggiat Kampung Silat Beksi Petukangan pada Senin, 25 Maret 2019 di Pusat Informasi Kampung Silat Beksi Petukangan, Jl. Swadarma Raya Gg. Reformasi RT. 006/04 Kel. Petukangan Utara Kec. Pesanggrahan Kota Adm Jakarta Selatan. Turut hadir Miftahuljannah (Beksi Kong Noer), Mulyadi (Beksi Dasar H. Godjalih), Nurhasan (Seniman), Agus Salim (Penggiat Silat Beksi), Agus Riyanto (Penggiat Silat Beksi), Abdul Aziz (Seniman). Hal tersebut sebagai tindaklanjut dari Deklarasi Pemilu Damai 2019 pada Minggu, 24 Maret 2019 di Rptra Bhineka Jl. Swadarma Raya Gg. Reformasi RT. 006/04 Kel. Petukangan Utara Kec. Pesanggrahan Kota Adm Jakarta Selatan. "Kegiatan tersebut...

Deklarasi Pemilu Damai 2019

Gambar
CATATAN KAMPUNG SILAT BEKSI PETUKANGAN KPU Jaksel Sosialisasi Pemilu Damai Bersama Penggiat Kampung Silat Beksi Petukangan Sosialisasi dan pendidikan Pemilu 2019 berlangsung dengan baik pada Minggu, 24 Maret 2019 di Aula Rptra Bhineka Petukangan Utara. Sosialisasi dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Kota Adm Jakarta Selatan bersinergi dengan Kampung silat Beksi Petukangan. Turut hadir Bang Caung dan Mursidi (KPU Jaksel), Kong dasik, baba Miftah, Kong Misin, Miftah, Edi Palem, Soleh, Kong Nafis, Nasir Mupid, Fajar Ibnu Sena (Pemuda Pelopor Jaksel), Abdul Aziz, Apoy, Sahal (Tim Juri/Pendamping Pemuda Pelopor Jaksel). Acara tersebut bertajuk dengan tema "Pemilu Damai 2019". Warga diberi pengetahuan tentang bagaimana cara memilih, syarat sebagai pemilih, dan prosedur lainya yang ada dalam pemilu. Selain itu sinergi yang dilakukan dengan Kampung Silat Beksi Petukangan agar bersama mensukseskan pemilu damai 17 April 2019. Dengan membaca doa penutup dan foto bersa...

Seleksi Pemuda Pelopor 2019

Gambar
CATATAN SELEKSI PEMUDA PELOPOR JAKSEL 2019 Alhamdulillah acara seleksi pemuda pelopor yang diselenggarakan oleh Sudin Pora Jaksel bersama KNPI Jaksel pada Sabtu, 23 Maret 2019 di Kantor Walikota Jaksel Lt. 17, berjalan dengan baik dan lancar. Acara ini bertajuk bagaimana para pemuda-pemudi menjadi pelopor di lingkungan masyarakat sekitar tempat tinggalnya maupun daerah lain. Karena pemuda dikenal oleh masyarakat sebagai agent of change. Dimana ketika menilai suatu lingkungan, dapat dinilai bagaimana pemuda yang ada di lingkungan tersebut. Oleh karenanya kegiatan seleksi ini sangat bermanfaat dan sekaligus menjadi ajang mengasah pemuda Jakarta Selatan khususnya, agar memiliki jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, inovatif dan kreativitas tinggi. Lalu Seleksi yang dinilai oleh dewan juri terbagi dalam beberapa bidang antara lain bidang sosial budaya, bidang pangan/SDA, bidang pendidikan, bidang ekonomi dan bidang teknologi. Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berjumlah 19 or...

Buku Silat Beksi Petukangan

BUKU SILAT BEKSI PETUKANGAN Proses Pembelajaran Semua guru pada  awalnya mengajarkan satu tahapan jurus secara serempak, antara murid satu dengan murid lainnya, tetapi tidak semua murid dapat mengikuti sesuai arahan sang guru. Para murid yang memang secara bakat alami, dapat mahir menggerakkan gerakan silat Beksi, akan secara cepat menerima maksud pengajaran sang guru. Biasanya para guru akan mengajarkan dengan kondisi terpisah, sang murid yang telah mahir dan yang belum mahir dalam gerakan  silat, walaupun mereka diterima sebagai murid sang guru dalam waktu yang bersamaan. Setiap guru menjalani  proses pembelajaran murid  dengan cara yang berbeda-beda. Terdapat tahapan-tahapan atau aktifitas tertentu, ketika murid  belajar dari semua jalur guru. Para guru awal yang mengajarkan silat Beksi, selalu dilakukan pada malam  hari. Pada masa lalu selain untuk alasan keamanan bagi guru dan murid dari pantauan pihak kolonial, melakukan pengajaran pada malam ...

Buku Silat Beksi Petukangan

BUKU SILAT BEKSI PETUKANGAN Mekanisme Pembelajaran Silat Beksi Proses pembelajaran seorang murid dari guru dalam silat Beksi melalui tahapan tertentu, dimana tiap  guru berbeda-beda. Ada tiga proses  dalam mekanisme pembelajaran silat Beksi, dimulai dari tata cara penerimaan murid, proses pembelajaran seorang murid dan waisuda murid yang sudah paripurna belajarnya. Tata Cara Penerimaan Murid Pada awalnya masuknya silat Beksi di Petukangan, tidak ada syarat apapun dari H. Godjali dalam tata cara penerimaan seorang  murid yang akan belajar silat Beksi.  H Godjali sebagai guru awal, bahkan yang mengajak generasi awal silat Beksi di Petukangan, untuk ikut belajar, atau dalam bahasa saat ini sharing pengetahuan silat Beksi. Sehingga tidak ada status yang membatasi, tetapi mereka semua tetap dalam koridor guru dan murid dalam tataran keilmuan silat Beksi. Tata cara penerimaan murid, adalah sebuah mekanisme yang harus ditempuh sebagai proses awal dalam pembe...

Buku Silat Beksi Petukangan

Gambar
BUKU SILAT BEKSI PETUKANGAN Jurus-jurus Pengembangan Jurus-jurus pengembangan silat Beksi khas Petukangan, terdiri dari 8 jurus, dengan pembagian 4 jurus-jurus dengan istilah-istilah tertentu. Empat jurus silat Beksi bagian awal, yaitu : Broneng, Ganden, Bandut dan Petir. Empat  jurus ini kemudian  disebut, empat jurus tengah, dalam silat Beksi Sedangkan empat jurus lanjutan silat Beksi bagian akhir, yaitu : Tingkes, Beksi I, Silem dan Bolang-Baling. Empat jurus belakangan, disebut jurus akhir dalam silat Beksi.  Penjelasan istilah jurus-jurus silat Beksi ini merujuk  pada 12 jurus dasar saja, tidak menyebutkan pengembangan jurus oleh guru-guru yang lain. Beberapa istilah dalam jurus silat Beksi dari jalur guru-guru lainnya, mempunyai istilah yang berbeda, tetapi secara prinsip gerakan dasarnya sama. Beberapa guru dalam silsilah kelimuan silat Beksi, ada yang tidak berurutan menempatkan jurus-jurus seperti di atas. Kadang-kadang seorang guru mengajarkan dan ...

Buku Silat Beksi Petukangan

Gambar
BUKU SILAT BEKSI PETUKANGAN Jurus-jurus Silat Beksi Sebagaimana telah  diceritakan dibagian  awal,  mengenai sejarah jurus-jurus silat Beksi di Petukangan. Sejarah jurus-jurus silat Beksi, adalah pengembangan 8 jurus silat Beksi, dari yang awalnya hanya empat saja, menjadi 12 jurus. Menurut penuturan para narasumber yang ditemui, terutama dari  M.Sholeh, putra dari H. Hasbullah, bahwa 8 jurus tambahandari 4 jurus dasar silat Beksi, disempurnakan dan disepakati hasilnya pada tahun 1942. Pada bagian ini, hanya dijabarkan mengenai nama atau istilah dalam jurus-jurus silat Beksi. Penjabaran berupa gerakan tidak akan dijabarkan di sini secara panjang lebar, hanya khas gerakannya saja yang akan dituliskan. Hal tersebut dapat terjadi karena melihat masing- masing fisik para guru yang berbeda-beda. Beberapa jurus tambahan, merupakan pengembangan dari masing-masing guru. Adapun nama atau istilah jurusnya yaitu : Jurus Dasar Jurus dasar silat Beksi yang awal hanya be...

Buku Silat Beksi Petukangan

Gambar
BUKU SILAT BEKSI PETUKANGAN Persebaran Silat Beksi di Petukangan Masa Sekarang Setelah silat Beksi masuk di Petukangan dan diwariskan kepada para murid H. Godjali, silat Beksi mengalami disseminasi. Sebenarnya H. Godjali memiliki banyak murid, tetapi yang berhasil  menyebarkan dan mempunyai perguruan silat tersendiri, adalah keempat murid utamanya yang tersebut di poin atas. Silat Beksi kemudian mempunyai banyak jalur sanad keilmuan, dengan ciri khas masing-masing guru, yang merupakan keempat murid utama   H. Godjali. Ada lebih dari 20 perguruan silat Beksi di Petukangan dari masing-masing jalur guru. Di antara keempat murid yang mewarisi silat Beksi H. Godjali, hanya dari jalur Simin saja, yang keluarganya tidak diizinkan membuka perguruan. Perguruan silat Beksi dari jalur Mandor Minggu, tercatat ada 4-6 perguruan, dari jalur H. Hasbullah tercatat 8 perguruan dan dari jalur M. Nur terdapat 4-6 perguruan silat di seputaran Petukangan. Persebaran silat Beksi di ...

Buku Silat Beksi Petukangan

Gambar
Silsilah dan Jalur Sanad Pengajaran 4 Murid Utama Silat Beksi Mandor Minggu Mandor Minggu adalah salah satu murid dari H. Godjali, yang juga meneruskan dan membuka perguruan silat Beksi. Ayah Mandor Minggu bernama Sinan dan ibunya bernama Julia binti Sidi. Tahun kelahiran Mandor Minggu tidak diketahui secara pasti, namun diperkirakan sekitar tahun 1890-1900, dimanasecara usia, tidak terpaut jauh dari usia M. Nur. Menurut penuturan keluarga, tahun wafatnya sekitar tahun 1970. Hingga saat ini, makamnya tidak diberi nisan dan hanya berupa gundukan tanah pada lahan kecil di tengah pemukiman. Lahan kecil yang digunakan sebagai tempat peristirahatannya yang terakhirnya saat ini, dahulu merupakan halaman rumahnya yang megah dan berarsitektur khas Betawi. Secara fisik, perawakannya tinggi besar dan berkulit putih. Selama hidupnya, menurut narasumber, Mandor Minggu telah memiliki 5 istri, yang bernama Asenah, Juriah, Yani, Mardiah dan satu lagi tidak diketahui namanya. Menurut penutu...

Buku Silat Beksi Petukangan

Gambar
BUKU SILAT BEKSI PETUKANGAN Silsilah dan Jalur Sanad Pengajaran 4 Murid Utama Silat Beksi M. Nur Nama M. Nur dalam silsilah ilmu silat Beksi, merupakan salah satu jalur guru dalam mempelajari silat Beksi. M. Nur sendiri dalam silsilah ilmu silat Beksi, merupakan murid langsung dari H. Godjali, Ki Marhalli dan kemudian Ki Mursalim. Menurut penuturan salah satu sumber, M. Nur saja yang sanad keilmuannya, langsung sampai kepada eyang guru awal silat Beksi, yaitu ki Mursalim. M. Nur belajar dan di bawah bimbingan langsung dari Ki Mursalim selama proses belajar silat Beksi dan darinyalah, terdapat jurus lain yang sangat berbeda dari para murid H. Godjali lainnya. Sketsa wajah M. Nur (Sketsa diberikan atas kebaikan hati Iwan Ridwan) M. Nur dilahirkan pada tahun 1901 dan wafat pada tanggal 12 Mei 1993, serta merupakan adik dari Simin. Sebelum menjadi pesilat tangguh Beksi, M. Nur dididik agama secara disiplin oleh kedua orangtuanya, sehingga di kemudian hari, M. Nur dikenal ...

Buku Silat Beksi Petukangan

Gambar
BUKU SILAT BEKSI PETUKANGAN Silsilah dan Jalur Sanad Pengajaran 4 Murid Utama Silat Beksi Simin Murid H. Godjali lainnya dalam silsilah ilmu silat Beksi, adalah engkong Simin (selanjutnya hanya disebut namanya saja untuk mempersingkat tulisan). Dilahirkan pada tahun 1881 dan wafat pada tanggal 22 Oktober1992. Simin sendiri adalah kakak dari M. Nur, jawara lain dalam silsilah ilmu silat Beksi di Petukangan. Ayah Simin bernama Syua’ib, atau warga lama Petukangan menyebutnya dengan sebuat Aip. Dia adalah pedagang ikan di pasar Kebayoran dan seputaran Petukangan. Suatu ketika saat bertransaksi jual-beli ikan di Pasar Ikan (vishmarkt), Batavia Lama, Syu’aib dipukuli oleh para centeng Pasar Ikan karena suatumasalah. Simin yang waktu itu masih kecil dan mendampingi ayahnya bertransaksi jual-beli ikan, hanya dapat melihat dan menangis karena tidak dapat menolong ayahnya. Bermula dari peristiwa tersebut, Simin bertekad bulat untuk membalas perlakuan para centeng Pasar Ikan itu...

Buku Silat Beksi Petukangan

Gambar
BUKU SILAT BEKSI PETUKANGAN Silsilah dan Jalur Sanad Pengajaran 4 Murid Utama Silat Beksi H. Hasbullah H. Hasbullah dilahirkan di Petukangan pada tahun 1863. Ayahnya bernama H Misin, yang masih merupakan keponakan dengan H. Gatong, sehingga silsilah H. Hasbullah dengan H. Godjali adalah keponakan dengan paman. Pada saat itu jika umur antara paman dengan keponakan tidak jauh berbeda, makabiasanya sang paman dipanggil dengan sebutan abang, bukan ncang. Proses belajarnya H. Hasbullah dalam silat Beksi kepada H. Godjali tergolong unik, sebab H. Godjali yang saat itu telah menguasai jurus dasar silat Beksi, hanya mengajaknya bersama teman sepermainannya, untuk belajar silat Beksi. Saat itu belum ada syarat apapun dari guru kepada muridnya, tetapi dapat berakar kuat jalinan batinnya. H. Hasbullah sendiri telah mempunyai ilmu silat kotek sebelum belajar silat Beksi dari H. Godjali. Sketsa wajah H. Hasbullah (Sketsa diberikan atas kebaikan hati Iwan Ridwan) Kecerdasan serta k...

Buku Silat Beksi Petukangan

Gambar
BUKU SILAT BEKSI PETUKANGAN Guru-Guru Awal Silat Beksi Silat Beksi yang ada di Petukangan sekarang, diyakini secara turun-temurun berasal dari 5 sosok utama, yaitu : H. Godjali, H. Hasbullah, Simin, Muhammad Nur dan Mandor Minggu. Fokus tulisan pada bagian ini, hanya membahas kelima tokoh tersebut, karena dari kelima tokoh tersebut penyebaran silatBeksi sampai ke Petukangan dan daerah-daerah disekitarnya. H. Godjali H. Godjali, menurut penuturan lisan, dilahirkan sekitar tahun 1859-1860. H. Godjali sendiri adalah paman dari H. Hasbullah. Ayah H. Godjali, H. Gatong, adalah seorang Bumiputra tuan tanah dan saudagar kaya terkenal di seantero Petukangan. Ibu dari H. Godjali, adalah wanita peranakan Tionghoa bernama Nyi An Ie Ong, tetapi penduduk sekitar menyebutnya Nyi Anyong, karena sulitnya mengucapkan dalam ejaan Mandarin. H. Godjali memiliki 7 saudara lainnya, tetapi dia merupakan anak satu-satunya dari H. Gatong yang berkeinginan kuat belajar silat, sehingga dia diberik...

Buku Silat Beksi Petukangan

Gambar
BUKU SILAT BEKSI PETUKANGAN Silsilah Keluarga Dan Sanad Keilmuan Tokoh-tokoh Silat Beksi Silsilah keilmuan penting untuk dijabarkan secara singkat, menjadi satu bagian tersendiri. Silsilah keilmuan inimemang terdapat banyak versi, dimana satu sama lainnya perlu dirajut untuk mendapatkan fakta yang sebenarnya dari sejarah pengembangan silat Beksi. Di sisi lain, silsilah keluarga juga menjadi penting untuk diulas, karena dari keluargalah didapat asal-usul cerita yang paling utama dari silat Beksi di Petukangan. Sejak awal kemunculannya di Petukangan melalui H. Godjali, silat Beksi memang selalu dikaitkan dengan nama besarnya. Semua pihak mengakui bahwa H. Godjalilah yang membawa silat Beksi dan mengajarkannya. Namun tidak banyak pihak yang mengetahui, bahwa dalam 4 jurus dasar dan 8 jurus tambahan silat Beksi, terdapat sejarah pengembangannya sendiri. Setiap guru besar silat Beksi murid H. Godjali yang menjadi empat murid utamanya, mempunyai ciri khas tersendiri dalam gaya bers...

Buku Silat Beksi Petukangan

Gambar
BUKU SILAT BEKSI PETUKANGAN Silat Beksi di Petukangan Asal-usul silat Beksi menurut penuturan dari guru besar silat Beksi, engkong Dasik, berasal dari Dadap, Tangerang. Pencak silat atau dalam bahasa lokal maen pukulan Beksi yang ada di Petukangan, dalam tradisi lisan berasal dari sebuah cerita mengenai pertarungan antara pendekar Tionghoa melawan jago lokal bernama Lie Tjeng Hok, melawan ayah dari Ki Muhammad Marhalli (selanjutnya hanya disebut Ki Marhalli), Ki Syi’nan. Ayah Ki Marhalli takluk dengan Lie Tjeng Hok Oleh ayahnya, Ki Marhalli diminta belajar kepada Lie Tjeng Hok. Lie Tjeng Hok sendiri, adalah warga etnis Tionghoa yang telah masuk Islam dan tinggal di Dadap. Kemunculan silat Beksi di Dadap sendiri, diperkirakan berasal dari dekade akhir tahun 1880. Lie Tjeng Hok sendiri, telah mempunyai guru silat bernama Ki Jidan, Ki Raja Bulu dan Ki Mi’ah. Sebuah sumber menyatakan bahwa, Ki Jidan masih mempunyai seorang guru lagi, yang dikenal dengan nama Ki Mursalim. Sayan...

Buku Silat Beksi Petukangan

Gambar
BUKU SILAT BEKSI PETUKANGAN Peta Petukangan tahun 1943 (Sumberpeta:http://maps.library.leiden.edu) Daerah Petukangan kini secara administratif dibagi menjadi dua kelurahan, yaitu Kelurahan Petukangan Selatan dan Petukangan Utara, di bawah administrasi Kecamatan Pesanggrahan (pemekaran dari Kecamatan Kebayoran), Kotamadya Jakarta Selatan. Banyak yang menjadi warga di kedua daerah tersebut, merupakan pendatang yang bekerja di daerah sekitar ataupun di Jakarta di sektor formal maupun non-formal. Sehingga untuk menampung warga yang tinggal di Petukangan, banyak didirikan cluster-cluster perumahan. Banyak dibangun juga oleh warga lokal dan para pendatang yang memiliki modal, petak kontrakan untuk kelas pekerja yang tinggal di Petukangan. Pasar Cipulir dan Cipadu yang mengapit Petukangan, merupakan salah satu sentra bisnis garmen dan tekstil Jakarta. Banyak warga dari daerah sekitar Petukangan, menggantungkan penghasilannya dari aktifitas bisnis tersebut. Secara geografis, kontur d...