Erpie Muhammad Nafis; Kesaksian Sang Jenderal Beksi


Beksi adalah ilmu bela diri yang lahir di kampung Petukangan dan dibawa dari kampung Dadap, Tangerang, Banten.

Demikian pernyataan Erpie Muhammad Nafis atawa biasa kami memanggilnya "Jenderal Beksi" salah satu "legenda hidup" pergerakan Beksi di Kampung Petukangan dan juga salah satu pesilat beksi yang berhasil mendapatkan medali bersama Baba Satiri dan alm Said  Umar Jawwas pada tarung bebas silat tradisi sekitar tahun 1970 an di Bandung, Jabar.

Dijelaskannya bahwa ilmu bela diri benama Jurus Bhe Shie dari Dadap yang artinya kuda-kuda, dibawa ke Petukangan disempurnakan dan dikemas sedemikian rupa bermakna daya pukul tangkap serta sikut bermacam gerakan tajam reflek yang cepat tepat dan jurus indah mematikan.

"Bhe Shie (Dadap) juga disempurnakan menjadi Beksi (Petukangan) agar mudah didengar dan diucapkan," jelasnya.

Ditegaskannya bahwa Beksi mempunyai makna dalam kehidupan sehari-hari para pendekar selalu menyambung silaturrahim dan membaktikan ilmunya untuk kebenaran yang mempunyai makna  "Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan".

"Beksi dalam ilmu bela diri adalah pukulan Bek (pertahanan) dan Si (segi empat)," tegasnya.

(Kampung Silat Petukangan)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buku Silat Beksi Petukangan

Buku Silat Beksi Petukangan

Buku Silat Beksi Petukangan