Silat Beksi Berperan Dalam Kemerdekaan Indonesia


PERAN SILAT BEKSI PETUKANGAN MASA KEMERDEKAAN

Sejarah singkat Silat Beksi Petukangan menurut pendapat Baba Muali Midi pada saat diwawancarai oleh Ridho, Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Minggu, 16 Desember 2018, di Swadarma Raya, Ulujami, Pesanggrabhan, Jakarta Selatan.

Beliau mengartikan silat Beksi adalah pertahanan sifat ketauhidan. Menurut sejarah bahwa Beksi di Petukangan di bawa oleh Hadji Godjali bersama sahabat sekaligus guru beliau, yaitu Ki Marhali dan Le Cheng Ok dari Dadap sekitar tahun 1948 masa perjuangan sama-sama di Badan Keamanan Rakyat (BKR).

"Beliau (Hadji Godjali, Ki Marhali, Le Cheng Ok) mengenalkan Beksi kepada para jago Petukangan, antara lain : Haji Hasbullah, Kong Simin, Kong Noer, Mandor Minggu, dan mengembangkan Beksi ke Kebayoran, Mampang, Cabangbungin, Kerawang," ujarnya.

Menurut Baba Muali Midi bahwa Hadji Godjali adalah "perintis kemerdekaan" selain itu juga secara kebetulan beliau menjabat Kepala Desa Petukangan. Murid pertama dari Hadji Godjali adalah Tong Maskan, Midi, Muhamad, RM Effendi, Mesir, Mamat Kinjeng, Husin, Mandor Minggu, Haji Hasbullah, Kong Simin, Kong Noer, Kong Ak, Mandor Tado.

"Dan juga ada beberapa tokoh agama pun turun tangan dalam membina (Beksi), seperti Kong Haji Rohimin dan Kong Haji Lihun serta Kong Haji Rijan," tandasnya.

Para murid yang belajar Beksi tersebut membentuk laskar rakyat dalam membendung sekutu tahun 1948. Beliau (Hadji Godjali) sangat sayang dan cinta kepada masyarakatnya serta mengasihi para generasi muda.

"Beksi menjadi alat pembela kebenaran pada zamannya," tegasnya.

Baba Muali Midi menambahkan bahwa Mandor Minggu adalah "pencalang desa" atau polisi desa yang membantu keamanan Hadji Godjali sebagai Kepala Desa Petukangan versi BKR atau RIS.

Sedangkan Kong Simin mengembangkan Beksi diwilayah Pondok Aren, Pondok Ranji dan sekitarnya.

Kalau Kong Noer, Baba Muali Midi mengatakan bahwa beliau mengembangkan Beksi diwilayah Rawa Papan, Kampung Utan, Cempaka Putih Ciputat.

Menurutnya, Mandor Minggu pun turut serta mengembangkan Beksi di daerah Bulak Lebar, Pengumben, Pedurenan, Gondrong.

Bahkan, Haji Hasbullah mengembangkan Beksi hingga ke daerah Bekasi, Cabangbungin, Tambun, Kampung Dukuh Kebayoran.

Namun, sekarang banyak timbul pertanyaan bahwa kenapa dari sekian banyak murid Hadji Godjali, tetapi cuma 4 (empat) murid yang selama ini dikenal oleh khalayak, karena hanya 4 (empat) orang tokoh itulah yang sangat menonjol dalam mengembangkan Beksi kepada masyarakat.

"Sedangkan Hadji Godjali sendiri pun turut mengembangkan Beksi ke daerah Ulujami, Peninggaran, Cabangbungin, Kerawang," imbuhnya.

(Pusat Informasi Kampung Silat Petukangan - 0813 8231 8573)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buku Silat Beksi Petukangan

Buku Silat Beksi Petukangan

Buku Silat Beksi Petukangan