Silat Beksi Petukangan Di UNPAD Jatinangor











CATATAN KAMPUNG SILAT PETUKANGAN

Rabu, 23 Oktober 2019

Lomba Karya Tulis Ilmiah Hisdays UNPAD 2019

Pada Rabu pagi sekitar Pukul 09.00 WIB telah dilangsungkan pembukaan Lomba Karya Tulis Ilmiah Hisdays UNPAD Jatinangor 2019.

Dede Mahzuni, Ketua Prodi Sejarah UNPAD dalam kata sambutannya menyatakan bahwa dalam dunia ini yang pasti adalah perubahan, baik dalam hal peningkatan maupun penurunan.

"Dengan mengangkat tema citra diri : gaya hidup masa lalu sebagai identitas masa depan," ungkapnya disela pembukaan Lomba Karya Tulis Ilmiah Hisdays UNPAD Jatinangor 2019.

Turut hadir Tim Juri Dosen Sejarah UNPAD Jatinangor, diantaranya : Fadli Rahman, MA, Dr. Gani A Jaelani, Dea Ayu Setiani, M. Hum dan peserta lima besar dari Univ Airlangga, IAIN Surakarta, UGM, UNIDA Gontor, UIN Jakarta, serta mahasiswa/i lainnya.

Dijelaskannya bahwa terkait dalam hal ini adalah mahasiswa sebagai agen perubahan terutama mahasiswa sejarah. Oleh karenanya sangat diharapkan mahasiswa mengungkapkan citra diri sebagai identitas mahasiswa yang sebenarnya.

"Sehingga eksistensinya dalam kehidupan menjadi penting," jelasnya.

M. Rido (Duta Kampung Silat Petukangan) salah satu peserta dari UIN Jakarta mengatakan bahwa alhamdulillah acara berjalan dengan lancar dan baik. Serta juri juga memberikan komentar, saran dan pertanyaan atas materi yang disampaikan para peserta.

"Kali ini saya memaparkan bagaimana Silat Beksi menjadi pendidikan moral bagi masyarakat Kampung Petukangan di era tahun 1945-1949," tandasnya.

Salah satu Tim Juri Fadli Rahman, MA mengatakan bahwa acaranya keren, kreatif, dan patut dijadikan contoh bagi yang lain agar generasi bangsa lebih peduli terhadap literasi budaya bangsa Indonesia.

"Seperti contoh Silat Beksi salah satu karya tulis ilmiah peserta UIN Jakarta, selain sisi beladiri ternyata terdapat pengajaran moral didalamnya," ujarnya.

Hal itu tersampaikan melalui inisiasi yang disebut rosulan, yaitu mengajarkan misalnya bagaimana menghormati guru, orangtu, teman, dan sesama makhluk.

"Lebih jelas lagi sisi religiusitaslah yang terdapat dalam pendidikan moral Silat Beksi, sehingga pada masa kini masih tetap eksis dan masuk dalam ekstrakulikuler sekolah di Jakarta," imbuhnya.

Pemaparan pertama dilakukan oleh IAIN SURAKARTA,  kedua UNIDA GONTOR, ketiga, UGM JOGJA, keempat UNAIR SURABAYA, DAN terakhir oleh UIN JAKARTA yang di akhir bagian paparan memberikan persembahan monolog Silat Beksi dan cinderamata dari kampung silat Petukangan.

(Humas Kampung Silat Petukangan)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buku Silat Beksi Petukangan

Buku Silat Beksi Petukangan

Buku Silat Beksi Petukangan