BUKU SILAT BEKSI PETUKANGAN Proses Pembelajaran Semua guru pada awalnya mengajarkan satu tahapan jurus secara serempak, antara murid satu dengan murid lainnya, tetapi tidak semua murid dapat mengikuti sesuai arahan sang guru. Para murid yang memang secara bakat alami, dapat mahir menggerakkan gerakan silat Beksi, akan secara cepat menerima maksud pengajaran sang guru. Biasanya para guru akan mengajarkan dengan kondisi terpisah, sang murid yang telah mahir dan yang belum mahir dalam gerakan silat, walaupun mereka diterima sebagai murid sang guru dalam waktu yang bersamaan. Setiap guru menjalani proses pembelajaran murid dengan cara yang berbeda-beda. Terdapat tahapan-tahapan atau aktifitas tertentu, ketika murid belajar dari semua jalur guru. Para guru awal yang mengajarkan silat Beksi, selalu dilakukan pada malam hari. Pada masa lalu selain untuk alasan keamanan bagi guru dan murid dari pantauan pihak kolonial, melakukan pengajaran pada malam ...
BUKU SILAT BEKSI PETUKANGAN Peta Petukangan tahun 1943 (Sumberpeta:http://maps.library.leiden.edu) Daerah Petukangan kini secara administratif dibagi menjadi dua kelurahan, yaitu Kelurahan Petukangan Selatan dan Petukangan Utara, di bawah administrasi Kecamatan Pesanggrahan (pemekaran dari Kecamatan Kebayoran), Kotamadya Jakarta Selatan. Banyak yang menjadi warga di kedua daerah tersebut, merupakan pendatang yang bekerja di daerah sekitar ataupun di Jakarta di sektor formal maupun non-formal. Sehingga untuk menampung warga yang tinggal di Petukangan, banyak didirikan cluster-cluster perumahan. Banyak dibangun juga oleh warga lokal dan para pendatang yang memiliki modal, petak kontrakan untuk kelas pekerja yang tinggal di Petukangan. Pasar Cipulir dan Cipadu yang mengapit Petukangan, merupakan salah satu sentra bisnis garmen dan tekstil Jakarta. Banyak warga dari daerah sekitar Petukangan, menggantungkan penghasilannya dari aktifitas bisnis tersebut. Secara geografis, kontur d...
BUKU SILAT BEKSI PETUKANGAN Peta daerah Ulujami dan Kebayoran (termasuk Petukangan) tahun 1883 (Sumberpeta:http://maps.library.leiden.edu) Sedangkan menurut penuturan penduduk lokal, pemberian nama Petukangan berasal dari aktifitas menembok, yaitu aktifitas bekerja membatik cap. Sebab pada masa lalu, banyak penduduk Petukangan bekerja sebagai buruh pabrik batik cap di Kebayoran Lama. Beberapa sumber lainnya menyatakan, bahwa dahulu warga Petukangan ahli dalam membuat dan memperbaiki sepatu, sehingga orang-orang di sekitarnya, menyebut nama daerah asal para tukang sepatu tersebut, menjadi Petukangan. Menurut sebuah cerita, pada tahun 1962, ada seorangu tukang sepatu dari daerah Petukangan yang berangkat ke mandala Operasi Trikora. Dia sudah diperingatkan oleh koleganya agar tidak berangkat ke sana. Sang tukang sepatu tidak menggubrisnya dan hingga kini, dia tidak pernah kembali lagi ke Petukangan. Di daerah sekitar petukangan, terdapat toponimi Pengumben dan Tanah Kusir, tempa...
Komentar
Posting Komentar