Festival Silat Betawi Tingkat Jakarta Selatan 2019

CATATAN KAMPUNG SILAT PETUKANGAN


Festival Silat Betawi Jaksel 2019, Sabtu, 20 April 2019. Lapangan parkir taman Swadarma GG. Reformasi Petukangan Utara.

Gegap gempita dari para hadirin dan peserta pesilat sangat terasa ketika semuanya berkumpul. Kampung silat Petukangan kali ini yang menjadi sorotan masyarakat dan media.

Dalam perhelatan turut hadir pula H. Eddy Marzuki Nalapraya selaku Presiden Silat Dunia, H. Marulah Matali, Walikota ADM Jakarta Selatan, Imron, Kasudin Parbud Jaksel, Irfan, Camat Pesanggrahan, Fahrul, Lurah Petukangan Utara, Lurah se Kec. Pesanggrahan, Kepala kecamatan Pesanggrahan, Keluarga Besar Silat Beksi Petukangan, 36 Perguruan Silat se Jaksel, Dewan Juri yang berkompeten, RW, LMK, FKDM dan tokoh masyarakat lainnya.

H. Eddy Marzuki Nalapraya, Presiden Silat Dunia mengatakan dalam sambutannya bahwa Saya senang sekali hadir di Kampung Silat Petukangan. Melihat pada acara ini generasi generasi penerus dari silat Betawi dan Indonesia.

"Belajar Silat itu belajar akhlak dan etika" Ungkapnya. 

Dikesempatan yang sama H. Marullah Matali, Walikota ADM Jaksel menjelaskan bahwa dahulu saya belajar silat sama Bapak saya, tapi dulu di Betawi namanya main pukulan.

"Jadi belajar main pukulan itu bukan hanya belajar fisiknya saja tetapi batinnya juga karena dulu saya sebelum belajar silat harus solat dan mengaji terlebih dahulu," jelasnya.

Menurutnya bahwa kegiatan ini harus lebih ramai dan berkelanjutan agar menciptakan generasi penerus sekaligus melestarikan budaya bangsa.

"Semoga Kampung Silat Petukangan segera terwujud" tegasnya.

Lalu acara dibuka oleh H. Eddy Nalapraya, Presiden Silat Dunia, H. Marullah Matali, Walikota ADM Jaksel, Keluarga Besar Kampung Silat Petukangan, Camat Pesanggrahan, Lurah se Kec. Pesanggrahan dengan memukul rebana biang secara bersamaan dilanjutkan dengan pembagian souvernir oleh Keluarga Besar Kampung Silat Petukangan.

Acara dilanjutkan dengan perlombaan penampilan silat. Peserta sangat antusias sehingga mencapai 36 pendaftar.

Abdul Aziz menambahkan bahwa tujuan acara ini ialah menjalin silaturahmi diantara para pesilat dan sesama perguruan baik dari silat Betawi sendiri maupun silat lainnya. Karena dengan cara itulah budaya silat dapat dipertahankan yang sampai sekarang terus bereksistensi.

"Selain itu silat dapat mengurangi dan bahkan meninggalkan kegiatan yang sifatnya negatif misalnya dalam kenakalan remaja saat ini," imbuhnya.

Hari semakin sore dan para hadirin semakin banyak dengan iringan musik gambus. Acara terakhir dilanjutkan dengan pengumuman pemenang Festival lomba silat kemudian ditutup dengan doa. AMIN

(Sumber : Rido - Humas Kampung Silat Petukangan)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buku Silat Beksi Petukangan

Buku Silat Beksi Petukangan

Buku Silat Beksi Petukangan