Postingan

Buku Silat Beksi Petukangan

Gambar
BUKU SILAT BEKSI PETUKANGAN Peta daerah Ulujami dan Kebayoran (termasuk Petukangan) tahun 1883 (Sumberpeta:http://maps.library.leiden.edu) Sedangkan menurut penuturan penduduk lokal, pemberian nama Petukangan berasal dari aktifitas menembok, yaitu aktifitas bekerja membatik cap. Sebab pada masa lalu, banyak penduduk Petukangan bekerja sebagai buruh pabrik batik cap di Kebayoran Lama. Beberapa sumber lainnya menyatakan, bahwa dahulu warga Petukangan ahli dalam membuat dan memperbaiki sepatu, sehingga orang-orang di sekitarnya, menyebut nama daerah asal para tukang sepatu tersebut, menjadi Petukangan. Menurut sebuah cerita, pada tahun 1962, ada seorangu tukang sepatu dari daerah Petukangan yang berangkat ke mandala Operasi Trikora. Dia sudah diperingatkan oleh koleganya agar tidak berangkat ke sana. Sang tukang sepatu tidak menggubrisnya dan hingga kini, dia tidak pernah kembali lagi ke Petukangan. Di daerah sekitar petukangan, terdapat toponimi Pengumben dan Tanah Kusir, tempa...

Buku Silat Beksi Petukangan

Gambar
BUKU SILAT BEKSI PETUKANGAN Peta Ulujami, Petukangan di tahun 1780 (Sumberpeta:http://syahrilachmad.blogspot.com) Toponimi Ulujami, juga dikaitkan dengan sebuah landhuis, yang berada di pinggir jalan antara Kebayoran dan Ciledug. Landhuis tersebut dimiliki oleh Pieter Sann van Bassel, yang lokasinya sekarang berada persis di sebelah utara pertigaan Ulujami sekarang. Keluarga van Bessel adalah tuan tanah, yang membuka perkebunan dan peternakan sapi sejak tahun 1834. Dia juga diketahui sebagai pengusaha di bidang pemotongan kayu, untuk dikirim ke Batavia melalui sungai Pesanggrahan sepanjang dekade pertengahan abad ke- 19. Sayangnya setelah masa Pendudukan Jepang, landhuis milik keluarga van Bassel, ditinggalkan dan kemudian dihancurkan setelah masa kemerdekaan. Pada tahun 1890, pemerintah kolonial membangun balai pelatihan kerja dan memberikan lahan garapan untuk warga Ulujami yang kurang mampu. Pada masa itu memang terjadi reses ekonomi di Hindia-Belanda akibat jatuhnya harga...

Buku Silat Beksi Petukangan

Gambar
BUKU SILAT BEKSI PETUKANGAN SEJARAH SINGKAT TRADISI MAENPUKULAN, TOKOH-TOKOH DAN UPAYA PELESTARIANNYA DI PETUKANGAN Asal Usul Silat Beksi DiPetukangan Toponim Daerah Petukangan Nama Petukangan, diyakini berasal dari penyebutan sebuah tempat, dimana para pekerja atau aktifitas pekerjaan yang dilakukan oleh warga asli. Petukangan berasal dari kata tukang. Imbuhan “pe” dan “an” pada kata tukang, menghasilkan redaksi Petukangan. Redaksi tersebut kemudian merujuk pada pernyataan bahwa di tempat tersebut, terdapat subyek dan aktifitas yang berhubungan dengan pertukangan. Peta Ulujami tahun 1840 (Sumber peta:https://upload.wikimedia.org) Menurut buku karya Zaenuddin HM, toponimi Petukangan berasal dari aktifitas pertukanganseperti: pembuatan kusen dan mebelserta perkakas berbahan dasar kayu.Pada peta Jakarta di tahun 1943, terdapat dua nama daerah yang disebut Petukangan, pertama, terletak di Ulujami, kedua, ada di daerah yang sekarang letaknya antara Jatinegara dan Pulogadun...

Komisi B DPRD DKI Dukung Kampung Silat Beksi Petukangan

Gambar
Kampung Silat Beksi Petukangan Dapat Dukungan Dari Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta December 21, 2018 - by red/ BMB - Leave a Comment Jakarta – Sebagai tindak lanjut program pemerintah pada pembinaan, pengembangan, pelestarian, pemanfaatan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) berdasarkan Kepmen Dikbud No. 186/M/2015 telah ditetapkan Silat Beksi sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Provinsi DKI Jakarta. Sanggar Seni Budaya Topeng Blantek Fajar Ibnu Sena bermaksud menjadik Taman Swadarma/Rptra Bhineka Petukangan sebagai Kampung Silat Beksi Petukangan melalui pembinaan, pengembangan, pelestarian, pemanfaatan minat, bakat, dan kemampuan masyarakat khusus di bidang seni tradisi. Demikian pernyataan Abdul Aziz, Sanggar Seni Budaya Topeng Blantek Fajar Ibnu Sena mengawali pembukaan Audiensi kepada Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta (21/12) di Ruang Rapat Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta, Lantai 1, Gedung DPRD Provinsi DKI Jakarta, Jl. Kebon Sirih No. 18 Jakarta Pusat. Penerimaa...

Berita Selatan

Gambar
Kampung Silat Beksi Dapat Jadi Destinasi Wisata BERITA SELATAN Kategori : SOSIAL BUDAYA , Terbit : Jum'at, 18 Januari 2019 Kampung Silat Beksi Dapat Jadi Destinasi Wisata Kampung Silat Beksi yang rencananya akan didirikan oleh Sanggar Sanggar Seni Budaya Topeng Blantik Fajar Ibnu Sena di Petukangan, dapat menjadi salah satu destinasi wisata di Jakarta Selatan. Demikian dikatakan Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Marulla Matali, saat menerima audiensi Seni Budaya Topeng Blantik Fajar Ibnu Sena di Ruang Rapat Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Kamis (17/1). "Pencak Silat Beksi yang terkenal dari Petukangan akan dijadikan Kampung Silat Beksi. Ini sebagai embrio paling tidak Pencak silat banyak diakui orang, tapi ide yang dilakukan hari ini, perlu dikaji dengan baik lagi," ujarnya. Marullah menuturkan, kajian yang baik memang sangat diperlukan agar dapat menjadikan Kampung Silat Beksi sebagai salah satu pariwisata berbasis budaya.  "Kajian ny...

Warisan Budaya Tak Benda Provinsi DKI Jakarta

Gambar
SILAT BEKSI PETUKANGAN WARISAN BUDAYA TAK BENDA PROVINSI DKI JAKARTA bidikfakta.com,Jakarta Silat Beksi merupakan penangkal utama saat Gerakan 30 September 1965. Ketika itu, dengan kekuatan Silat Beksi yang dibawa oleh Hadji Godjali bersama murid-muridnya, Haji Hasbullah, Kong Noer, Kong Simin, Mandor Minggu, beserta masyarakat Petukangan dapat menjadi benteng untuk menghadang segala gangguan dan teror membabibuta secara massiv. "Selanjutnya, perlu diketahui bersama bahwa pada tahun 2015 Lembaga Kebudayaan Betawi telah mengusulkan Silat Beksi sebagai Warisan Budaya Tak Benda dari Provinsi DKI Jakarta," ungkap Yahya Andi Saputra, Budayawan Betawi, Lembaga Kebudayaan Betawi (29/09/2018) pada Silaturahmi Budaya Bersama Seniman, Birokrat, dan Masyarakat di Sasana Krida Karang Taruna (SKKT) Kel. Petukangan Selatan, Kec. Pesanggrahan, Kota Adm Jakarta Selatan. Turut hadir  Putra Gara (Novelis), Nanang R Supriyatin (Penyair-Birokrat), Nasir Mupid (Seniman Betawi), Yahya A...

Pusat Informasi Kampung Silat Beksi Petukangan

Gambar
CATATAN RINGKAS KAMPUNG SILAT BEKSI PETUKANGAN Kampung Silat Beksi adalah sebuah kampung tematik yang didalamnya terdapat pusat Padepokan/Perguruan Silat Beksi yang bersandar kepada 5 (lima) tokoh Guru Besar Silat Beksi (Hadji Godjalih, H. Hasbullah, Mandor Minggu, Kong Nur, Kong Simin) Dimana mereka menjadikan Silat Beksi sebagai alat perjuangan/dakwah sejak jaman penjajahan hingga kini diwilayah Petukangan sampai menyebar ke seantero Jabodetabek. Berpijak dari hal tersebut, tercetuslah penetapan Kampung Petukangan sebagai Kampung Silat Beksi. Adapun kegiatan yang diselenggarakan di Kampung Silat Beksi Petukangan dalam bentuk Diskusi, Apresiasi, Atraksi dengan berkesinambungan. Kegiatan Kampung Silat Beksi Petukangan Jangka Pendek : Pasar rakyat & seni : Memasarkan produk kuliner dan kerajinan masyarakat, Mengenalkan karya budaya tradisi melalui pertunjukan, Latihan silat beksi, Bedah buku silat beksi hasil riset. Jangka Menengah : Gebyar Budaya : Festival Si...